Kamis, 01 Januari 2009

my father's notebook


My Father’s Notebook adalah sebuah karya apik dari penulis Kader Abdollah. Karya ini menceritakan tentang hubungan penuh kasih sayang antara ayah dan anak laki-lakinya dengan cerita yang berlatar pada zaman revolusi Iran abad 20.Dalam buku ini terdapat aspek sejarah bangsa Iran yang disajikan dengan prosa sederhana yang memikat, dan mungkin juga pandangan politik yang jujur dari penulisnya. Tapi yang paling indah adalah pesan penulis, bahwa betapa pun anda ingin melepaskan diri dari keluarga anda, pada saatnya anda akan kembali pada mereka, dan saat itu mereka akan menerima anda dengan hati terbuka.
Adalah Ismail, tokoh utama dalam cerita ini yang menemukan buku harian milik ayahnya, Akbar. Ismail berusaha untuk menerjemahkan buku ini untuk memahami isinya, karena ayahnya menulis dalam aksara kuno. Dalam perjalanannya itu, Ismail yang telah berada di negeri lain, mengenang masa lalunya dan rasa cintanya pada Akbar yang bisu dan tuli.
Buku ini bukanlah novel perjuangan, tapi di dalamnya terpapar jelas situasi yang dihadapi oleh Ismail sebagai bagian dari pemberontak melawan rezim yang sedang berkuasa. Bagaimana Ismail terlibat dalam pemberontakan negerinya, yang mengharuskannya memutuskan hubungan pada semua yang dicintainya, termasuk ayah yang sangat disayanginya. Kisah indahnya diceritakan dalam bahasa yang sederhana namun sangat menyentuh hati dalam beberapa kejadian yang menunjukkan betapa murninya kasih sayang antara ayah dan anak.
Novel ini terdiri atas 3 bagian yang kemudian terbagi atas beberapa bab lagi, kesemuanya sangat representatif dan sangat sangat sangat memikat. Ada beberapa pengutipan dari ayat-ayat Al Qur’an dan beberapa pengutipan dari pujangga timur maupun barat menambah kekayaan. Beberapa dari babnya mempertontonkan kegalauan hati Ismail tentang hal-hal yang diyakininya, tentang Tuhannya dan juga tentang jalan hidup yang dipilihnya
Buku ini diterbitkan oleh penerbit Hikmah dan dipastikan mampu membuat siapa pun tida bisa berhenti membacanya. Kader Abdollah adalah nama pena penulis, yang digunakan untuk menghormati rekan-rekan seperjuangan penulis. Diterbitkan tahun 2007 dengan jumlah 412 halaman.

pi es I love you


Judul Buku : PS: I LOVE YOU
Pengarang : Cecelia Ahern
Penerbit : PT. Gramedia
Tahun Terbit : 2005
Tebal Buku : 632 halaman

Holly Kennedy kehilangan pegangan setelah Gerry Clarke, suaminya meninggal dunia karena menderita kanker otak. Holly yang tidak dapat mengatasi kesedihannya, mengasinglan diri dari dunia luar dan enggan bertemu dengan keluarga dan sahabat-sahabatnya. Dia tenggelam dalam masa berkabung panjang, menghabiskan waktu menagisi kepergian Gerry, dan menengggelamkan diri pada kenangan-kenangan manis yang pernah dia dan Gerry alami. Bagi Holly yang merasa Gerry adalah pusat hidupnya selama belasan tahun, tidak ada artinya lagi dia hidup di dunia ini. Sampai suatu hari muncullah sebuah paket berisi surat-surat dari Gerry, untuk dibuka oleh Holly setiap bulannya.
Dalam kartu yang ditinggalkan Gerry setiap bulannya, ia menyusun sebuah daftar bagi Holly untuk menata hidupnya kembali. Gerry meminta Holly untuk melanjutkan hidup,, bersenang-senang, mengukir kenagan baru dan meraih cinta yang baru. Bagi Holly, surat-surat Gerry adalah kitab sucinya, benda berharganya, tanda bahwa Gerry tetap menjaga dan memperhatikannya dari surga. Namun semua usaha Holly bukan tanpa halangan, karena sepucuk kartu yang dibukanya setiap tengah malam awal bulan baru tidak dapat menggantikan sosok sahabat dan belahan jiwa, yang telah bersama hampir separuh hidupnya.
Cecelia Ahern, seorang penulis muda dari Irlandia dengan lugas menceritakan kilas balik kisah-kisah yang Gerry dan Holly alami sehari-hari. Tidak ada adegan-adegan dasyat di dalamnya, tapi setiap kenangan begitu menghanyutkan pembacanya dan membuat pembaca yakin, bahwa cinta sejati tidak pernah mati.
Dengan cerdas Cecelia menampilkan tokoh utama, Holly sebagai seorang wanita yang ada di antara kita semua, bersenang-senang dan melakukan kesalahan seperti wanita lain di mana pun juga. Kepribadiannya berkembang sering dengan jalan cerita. Tokoh-tokoh di sekeliling Holly, keluarganya yang sangat Irlandia dan teman-temannya, adalah pribadi-pribadi yang mandiri, hangat dan variatif, yang mana benturan-benturan diantara mereka, membuat pembaca tak tahan untuk mengulum senyum sesekali. Hanya saja terkadang, Cecelia terkesan menggampangkan penyelesaian suatu masalah untuk dapat pindah ke masalah tokoh yang lain sebelum pembaca sepenuhnya mencerna masalah tokoh yang pertama.
Cecelia Ahern tinggal di Dublin dan merupakan putri perdana menteri Irlandia. Karya penulis muda ini telah difilmkan oleh Warner Brothers dengan judul yang sama. Holly sendiri diperankan oleh Hillary Swank dengan sangat baik pada film ini.

prefect girl revolution


Gimana jadimnya kalau ada empat orang anak muda yang berasal dari dunia yang jauh berbeda dan sifat masing-masing yang sangat berbeda harus tinggal dalam satu rumah? BAgaimana pula berbibi seoerang socialite kaya raya yang mempercayakan anak kost-nya yang tampan dan popular pada gadis suram seperti Sunako Nakahara? Dan bagaimna perasaan keempat orang pemuda cantik yang demi uang kost gratis harus mengubah gadis penyuka kegelapan mirip Sadako menjadi seorang lady yang cantik jelita?
RAnmaru san g womanizer, Takenaga yang seorang tuan muda, Kyohei si tampan yang berandalan dan Yui yang imut-imut harus hidup berdampingan dengan makhluk embenci cahaya dan makhluk terang (begitu Sunako menyebut mereka berempat!) seperti gadis ini.

tottochan


Totto-chan, Sebuah Pengalaman Masa Kecil

Totto-chan adalah seorang anak manis yang dipenuhi rasa ingin tahu. Ada saja yang menarik minatnya dan entah bagaimana rasa ingin tahunya selalu berakhir dengan kekacauan dan menimbulkan kemarahan orang dewasa. Saat Bu Guru di sekolah lamanya mengaku sudah tidak bisa mengajar Toto-chan lagi, mama mendaftarkan si kecilnya ke Tomo Gakuen.
Dan ternyata Toto-chan senang sekali. Bukan hanya karena gedung belajar di sekolah ini adalah gerbong kereta api tapi juga karena setiap murid boleh merubah urutan pelajaran sesuai keinginan mereka. Di sekolah ini pula Totto-chan bertemu dengan teman-teman yang menambah indah petualangan masa kecilnya dan bertemu dengan orang yang paling menginspirasi hidupnya, Pak Kepala Sekolah
Di sekolah luar biasa ini, Totto-chan tidak hanya belajar berhitug, ilmu alam bahasa atau musik seperti di sekolah pada umumnya, tapi juga belajar tentang filosofi ‘sesuatu dari gunung dan sesuatu dari gunung’. Hmmm..kira-kira apa maksudnya ya?
Novel Totto-chan adalah perjalanan masa kecil dari penulisnya, Tetsuko Kuroyanagi. Semua cerita yang dipaparkan dalam buku ini benar adanya, betapa ia dikeluarkan dari sekolah, petualangan-petualangannya di Tomo Gakuen dan kepala sekolah yang sangat dihormatinya. Toto-chan merupakan novel psikologi yang telah menjadi buku pelajaran wajib bagi fakuktas-fakultas psikoogi. Meskipun berlatar belakang zaman Jepan berpuluh tahun yang lalu, namun masih dianggap mewakili dunia penuh warna anak-anak yang berani melangkah tanpa rasa takut. Novel ini juga bisa menjadi panduan bagi para guru dan orang tua dalam mendidik anak. Membuka mata kita semua bahwa tidak ada anak yang nakal. Masing-masing anak dengan keunikannya masing-masing dan bahwa rasa ingin tahunya yang kadang-kadang bertentangan dengan pikiran orang dewasa dengan sikap yang seharusnya mestinya harus diarahkan dengan baik, bukannya malah dihukum, dimarahi atau bahkan dicap sebagai anak nakal yang susah diatur. Novel ini juga mungkin bisa menjadi bahan pemikiran tentang metode pengajaran di negara kita.
Tetsuko yang semasa kecilnya dipanggil Totto-chan adalah seorang sosialita dan memiliki talkshow sendiri di sebuah stasiun televisi di Jepang. Cita-citanya sejak lama adalah menulis pengalaman masa kecilnya dan betapa besar pengaruh kepala sekolahnya terhadap keberhasilannya saat ini. Toto-chan, gadis cilik di Jendela telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia.
Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela ditulis oleh Tetsuko Kuroyanagi dengan judul versi bahasa Inggris, Totto-chan: The Little Girl at The Window. Diterbitkan pertama kali tahun 1981 di Jepang dan tahun 1993 oleh PT. Gramedia Pustaka Utama Jakarta dengan jumlah halaman 272.

AIB

AIB adalah sebuah karya jenius yang mampu menyentuh kesadaran seseorang dengan alur ceritanya yang cepat dan sedikit kasar. Yang mampu menyadarkan kita semua bahwa karma mungkin memang ada di dunia ini, sehingga apapun yang dilakukan di masa lalu akan mendapatkan balasan di masa yang akan datang. Entah pada diri anda atau pada orang-orang yang anda cintai. AIB mungkin adalah gambaran kehidupan sosial budaya yang terjadi di Afrika Selatan, tempat lahir penulisnya dan juga latar belakan dari novel ini. Ditulis dengan sangat apik oleh pemenang berbagai penghargaan sastra J.M. Cotzee, buku ini diantarkan menjadi pemenang Booker Prize pada tahun 1999. Alur ceritanya yang gelap dan cepat membuat kita tersadar bahwa tidak ada yang tidak mungkin terjadi di dunia ini, dalam sekejab mata hidup bisa hancur berkeping-keping. Novel ini adalah tentang kekuatan terbesar dalam diri seseorang. Seseorang yang berjuang keras mengembalikan harga diri, kehidupan dan kebahagiaan dirinya dan putrinya setelah rentetan peristiwa naas yang mengerikan.
Dimulai dari kisah Professor David Lurie yang memiliki hidup sempurna. Di usia setengah baya dia telah mendapatkan segalanya, kekayaan, nama baik dan kedudukan sebagai staf pengajar di sebuah universitas di Afrika, kolega yang bermanfaat, kebebasan yang matang serta pengalaman yang melimpah. Salah satu kelemahan Professor Lurie adalah kesukaannya bersama wanita. Setelah kehilangan pelacur kesukaannya David mengalami romansa memabukkan bersama mahasiswi Afrika bernama Melanie. Namun kemudian kisah mereka berakhir dengan tuntutan perkosaan dan pelecehan oleh mahasiswi itu yang mengakibatkan David kehilangan seluruh kehidupannya.
Karena idealismenya David akhirnya mengasingkan diri untuk menulis opera yang telah lama menjadi obsesinya. Dia tinggal bersama putrinya yang telah sangat Afrika sekali di pedalaman sebagai petani, Lucy. Naasnya suatu malam beberapa pencuri memasuki rumah mereka dan memperkosa Lucy sampai hamil. David yang marah mencoba mencari keadilan untuk putrinya namun hubungannya dengan putrinya semakin meruncing karena putrinya tidak setuju akan tindakan David.
Novel ini sangat lugas dalam membahasakan hal-hal semacam seks dan penghinaan. Isinya kurang lebih adalah pembelajaran kejiwaan bagi David, bahwa kadang kala sesuatu tidak seperti tampaknya. Dan mungkin ada beberapa hal di dunia ini yang harus dibiarkan saja untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Perjalanan kejiwaan David yang berubah dari seorang professor yang pongah menjadi seorang ayah (dan juga) pria separuh baya yang menemukan tempatnya sangat menarik untuk disimak. Perubahan dan keputusasaanya dari seorang professor yang dihormati dan seorang womanizer sejati menjadi seorang yang kehilangan kehormatan, bahkan dari putrinya sendiri dan seorang lelaki tua yang hampa sangat manusiawi. Diasesorisi dengan kejadian-kejadian dan tokoh-tokoh yang memanusiakan David, deskripsi dalam novel ini sangat tajam dan antara satu kejadian dengan kejadian lain beralur sempurna. Arus kata-katanya sedikit berpuisi (mungkin mengingat David adalah seorang dosen sastra dan buku ini menganut sudut pandang orang pertama). AIB diterbitkan dalam judul DISGRACE pada versi originalnya tahun 1999, dan di Indonesia buku ini diterbitkan oleh penerbit Jalasutra pada tahun 2005 dengan jumlah halaman 317.
John Maxwell Coetzee sendiri adalah penulis Afrika Selatan yang sangat aktif. Selain menulis, Coetzee juga aktif mengajar sastra. Novel-novelnya yang sangat terkenal lain misalnya Life and Times of Michael K (yang juga memenangkan Booker Prize. Satu-satunya penulis yang telah dua kali memenangkan Booker Prize ini dianugerahi hadiah Nobel Sastra pada tahun 2003. Saat ini Coetzee hidup di Australia sambil menerjemahkan karya penulis lain ke bahasa Belanda, Jerman, Perancis dan Afrikaans (bahasa mayoritas kulit putih di Afrika Selatan).

Isyana Agustina Siregar