Judul : Princess Hour
Pemeran :
Jadwal Penanyangan : Indosiar, setiap Minggu jam 11.00
Durasi per tayangan : ± 90 menit
Cha Kyeong, seorang gadis biasa tiba-tiba harus menjadi putri mahkota kerajaan Korea, karena janji kakeknya dan raja terdahulu di masa lalu. Memang sih pangeran Le Shin itu ganteng sekali dan ido;la di seluruh sekolah mereka. TApi kan sfatnya sangat buruk, lagipula Cha Kyeong pernah mendengarnya melamar Hyo Rin, seorang calon ballerina sekolah??
Belum habis kebingungan cha Kyeong yang harus amenikah muda ini, keluarganya harus menghadapi kejaran debt collector yang menagih hutang pada keluarganya. Padahal ayah Cha Kyeong mengangggur dan ibunya lah yang bekerja sebagai agen asuransi.
Cha Kyeomng akhirnya menerima pernikahan ini, dan mulailah kehidupan yang enuh peraturan, suami yang muda dan kejam dan juga harus hidup terpisah dari orang tuanya. Tapi ada seseorang yang mmebuat Cha Kyeong bertahan di istana ynag dingin itu. Le Yul, adik sepupu Shin yang baru saja dating dariu Inggris. Ada apa ya diantara mereka bersdua? LAlu bagaimana Cha Kyeong ynag anak biasa dan seenakanya bisa menjalani kehidupan di istana? Dan kenapa akhir-akhir ini dia berdebar-debar hanya dengdan menatap punggung Shin ya???
Drama korea terbaru yang diputar seminngu sekali di Indosiar ini sangat menggelitik dan romantis. Kenyataan bahwa Korea adalah Negara republik, membuat anda terkagum-kagum dengan kerja keras kru sinetron asal Negara ginseng ini untuk membangun imajinasi dan suasana istana-istana Kkorea yang sudah lama ditinggalkan. TAta kostum, riset budaya dan juga setting propertinya sangat mendetil, anda hampir percaya bahwa syuting memang dilakukan dengan meniru istana ynag sesungguhya.
Sebagai film remaja, sebenarnya ceritanya agak berat dan membosankan, karena sedikit banyak menceritakan konflik internal keluarga kerajaan, masalah perebutan kekuasaan dan juga politik pemerintahan namun para pemeran remaja Pangeran Shin yang cool, Sin Cha Kyeong yang imut-imut dan polos, serta si pangeran baik hati Yul, pasti mampu membuat mata dan hati penonton tak berkutik dan tak sabar menanti kelanjutannya.
Sionetron ini diangkat dari sebuah komik karangan Park Soo Hee dengan judul Gooong (Palace Story) yang versi Indonesia-nya saat ini diterbitkan oleh Gramedia. Sebagaimana sinetron lain yang diangkat dari komik, ada beberapa adegan yang dirubah dan tiadak ditampilkan, demikian juga bebrapa karakter diubah dan dihilangkan. Namun ramuannya menjadikan film ini jauh lebih menarik dari versi komiknya yang sedikit terlalu bertele-tele.
Kamis, 01 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar