
Totto-chan, Sebuah Pengalaman Masa Kecil
Totto-chan adalah seorang anak manis yang dipenuhi rasa ingin tahu. Ada saja yang menarik minatnya dan entah bagaimana rasa ingin tahunya selalu berakhir dengan kekacauan dan menimbulkan kemarahan orang dewasa. Saat Bu Guru di sekolah lamanya mengaku sudah tidak bisa mengajar Toto-chan lagi, mama mendaftarkan si kecilnya ke Tomo Gakuen.
Dan ternyata Toto-chan senang sekali. Bukan hanya karena gedung belajar di sekolah ini adalah gerbong kereta api tapi juga karena setiap murid boleh merubah urutan pelajaran sesuai keinginan mereka. Di sekolah ini pula Totto-chan bertemu dengan teman-teman yang menambah indah petualangan masa kecilnya dan bertemu dengan orang yang paling menginspirasi hidupnya, Pak Kepala Sekolah
Di sekolah luar biasa ini, Totto-chan tidak hanya belajar berhitug, ilmu alam bahasa atau musik seperti di sekolah pada umumnya, tapi juga belajar tentang filosofi ‘sesuatu dari gunung dan sesuatu dari gunung’. Hmmm..kira-kira apa maksudnya ya?
Novel Totto-chan adalah perjalanan masa kecil dari penulisnya, Tetsuko Kuroyanagi. Semua cerita yang dipaparkan dalam buku ini benar adanya, betapa ia dikeluarkan dari sekolah, petualangan-petualangannya di Tomo Gakuen dan kepala sekolah yang sangat dihormatinya. Toto-chan merupakan novel psikologi yang telah menjadi buku pelajaran wajib bagi fakuktas-fakultas psikoogi. Meskipun berlatar belakang zaman Jepan berpuluh tahun yang lalu, namun masih dianggap mewakili dunia penuh warna anak-anak yang berani melangkah tanpa rasa takut. Novel ini juga bisa menjadi panduan bagi para guru dan orang tua dalam mendidik anak. Membuka mata kita semua bahwa tidak ada anak yang nakal. Masing-masing anak dengan keunikannya masing-masing dan bahwa rasa ingin tahunya yang kadang-kadang bertentangan dengan pikiran orang dewasa dengan sikap yang seharusnya mestinya harus diarahkan dengan baik, bukannya malah dihukum, dimarahi atau bahkan dicap sebagai anak nakal yang susah diatur. Novel ini juga mungkin bisa menjadi bahan pemikiran tentang metode pengajaran di negara kita.
Tetsuko yang semasa kecilnya dipanggil Totto-chan adalah seorang sosialita dan memiliki talkshow sendiri di sebuah stasiun televisi di Jepang. Cita-citanya sejak lama adalah menulis pengalaman masa kecilnya dan betapa besar pengaruh kepala sekolahnya terhadap keberhasilannya saat ini. Toto-chan, gadis cilik di Jendela telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia.
Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela ditulis oleh Tetsuko Kuroyanagi dengan judul versi bahasa Inggris, Totto-chan: The Little Girl at The Window. Diterbitkan pertama kali tahun 1981 di Jepang dan tahun 1993 oleh PT. Gramedia Pustaka Utama Jakarta dengan jumlah halaman 272.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar